Image

Langkah Maju Untuk Indonesia Baru :
STOP IMPOR!

 

Makanan Dalam Negeri, Asal Luar Negeri
Tulisan ini dibuat ketika saya melihat iklan ditelevisi yang dibuat oleh salah satu kubu partai yang lagi tekenal pamornya karena tokohnya yang sedang terkenal saat ini.Dimana dalam iklan tersebut memperlihatkan nasi tumpeng yang penuh dengan lauk – pauknya yang terlihat menggiurkan.Namun yang menjadi pembicaraan banyak masyarakat bukanlah pada warna dan cita rasa makanan yang terlihat menggiurkan, tetapi menggambarkan kepada darimana “asal” makanan tersebut didapat.Misalnya beras yang kita makan sehari – hari konsumsi berasal dari vietnam, daging ayam yang asalnya dari Malaysia, tempe – tempe kedelai yang asal – muasalnya dari Amerika, kentang pada sambal gorengnya dari Australia, juga didalam semur daging sapinya,yang notabene diiklan tersebut berasal dari Australia juga.

Sempat menjadi topik yang hangat dikalangan publik, baik di masyarakat langsung maupun di sosial media.Ada beberapa orang yang bilang, lebih baik tempe impor ketimbang beli buatan lokal.Karena kualitas dan rasa yang berbeda, juga harga yang terasa mencolok.Bahkan ada beberapa makanan produk impor yang lebih murah ketimbang produk lokal, misalnya buah – buahan pada apel yang sempat saya lihat di televisi.Tentu para masyarakat lebih memilih produk impor yang dirasa karena lebih menjaga kualitas dan rasa yang “khas” dan juga lebih murah ketimbang harus membeli produk lokal yang lebih mahal, terkadang juga harga tidak jauh berbeda dari harga apel lokal.Apel serta barang – barang impor lainnya menjadi saingan terberat didalam pasar lokal kita.

 

 

 

Kita “BISA!”
Kini saatnya #IndonesiaMoveOn dari berbagai macam serangan produk – produk impor, membuat bagaimana caranya supaya sebagian masyarakat besar bisa kembali mempercayai produk lokal dan juga tentunya memanfaatkan SDM (Sumber Daya Manusia) secara maksimal.Disisi lain, negara Indonesia sudah sangat terkenal dengan negara “pemakai” karena negara kita hanya bisa memakai dan menggunakan saja.Alasan ini pun sudah sangat jelas menguatkan kita dengan berbagai macam barang elektronik yang masyarakat kita pakai.Sebagian besar memakai produk besutan luar negeri, entah itu ponsel ataupun dibidang entertainment.Kawasan diwilayah Asia Tenggara khususnya Indonesia, telah mengalami penjualan sales untuk perangkat genggamnya.Kebanyakan masyarakat kita membelanjakan uangnya untuk kepentingan pribadi mereka, seperti misalnya membeli barang – barang elektronik khususnya.Ini terbukti dari berbagai macam survey yang diadakan oleh berbagai media.Disebutkan juga dalam beberapa media online bahwa Indonesia paling konsumtif untuk urusan belanja gadget elektronik.

Sebenarnya Indonesia mampu serta bukanlah hal yang sulit untuk kembali memproduksi bahan – bahan pangan di negeri kita tercinta ini.Sawah yang melimpah dengan tanah yang luas membuat produksi padi kita semakin hari semakin bertambah, perkebunan sayuran yang banyak dan penghasil buah – buahan.Nilai konsumsi rakyat Indonesia yang setiap harinya juga semakin tumbuh setiap tahunnya membaut bilai tersendiri bagi para produsen lokal untuk unjuk gigi dengan produk impor, meski harus sulit bersaing dengan produk yang ada dipasaran selama ini.Tentu sebenarnya masyarakat ataupun orang – orang disekitar saya termasuk #DompetDhuafa sudah pasti mengetahui produk – produk apa saja yang dijual dipasaran yang dapat kita temui.Seperti misalnya buah – buahan apel.Saya sendiri sering memakan buah ini karena baik untuk kesehatan.Namun apabila saya serta ayah saya kembali untuk melihat – lihat di supermarket, sangatlah jelas buah apel  “mana” yang hanya dapat kita temui.Buah yang terlihat mengkilap tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para calon pembeli.Menjadi keuntungan bagi para pengimpor buah dipasaran.Tetapi apabila kita melihat lagi dan memeriksa ulang kondisi buah tersebut, buah yang dibeli banyak orang itu karena penampilannya yang baik tersebut tidaklah baik.Karena warna merah yang terang itu merupakan hasil dari zat kimia maupun pestisida, terutama bahan pengawet kurang baik untuk kesehatan.Terlihat dengan mata telanjang, apel lokal dan apel impor untuk menarik daya konsumen dengan jelas seperti apa.Sedangkan apel dengan kualitas lokal, tentu terlihat dengan “apa adanya”.Kadang pada kulit apelnya ada juga yang kulitnya sudah terkelupas , tapi semua itu adalah proses alami dan tidak ada unsur zat kimia.Memang untuk sebagian orang ada yang memilih untuk membeli buah di supermarket ataupun cenderung lebih memilih dipasar.Karena mereka punya alasan subyektif yang kembali kepada diri mereka masing – masing.Tapi inilah contoh salah satu  dari sekian banyaknya produk impor, memang terlihat menarik namun tidaklah semuanya baik.Patut kita cermati bersama..

Tentu, Indonesia dapat menjadi negara pengekspor dan tidak hanya menjadi pengimpor saja seperti yang selama ini kita lihat.Dengan beberapa langkah dan menerapkan aturan yang nyata.Seperti misalnya sedikit demi sedikit menghentikan datangnya produk impor yang akan datang nantinya ke pasaran.Memang bila dilihat – lihat atau kita tinjau ulang kembali, terkadang produk lokal sedikit lebih mahal ketimbang produk impor yang notabene kita lebih hargai.Namun dengan menerapkan cara seperti ini, waktu ke waktu masyarakat pun pasti bisa menerima.Dengan begitu, pendapatan tentu akan masuk lebih besar ke pasar lokal.Atau juga bisa dengan cara memberi jumlah “batas” barang mana  yang akan di pasarkan nantinya.Dimana barang impor memiliki ruang yang sedikit, agar pasar lokal diberi kebebasan untuk mendapatkan ruang yang luas.

Memang pada kenyataanya impor adalah sesuatu yang mustahil, kalau kita tidak impor minyak, salah satu media membeberkan bahwa minyak mentah milik kita akan habis dikonsumsi hanya dalam waktu kurun 4 hari.Sumber daya alam milik kita memang sangat kaya, namun yang mengolah dan memiliki itu semua bukan lah Indonesia sendiri.. Turut prihatin memang.. , tapi tetap tidak ada yang tidak mungkin.Sebisa mungkin kita seharusnya bisa menghentikan impor dan mulai ekspor apa yang kita bisa.Dengan begitu para petani, pedagan pasar, juga yang lainnya bisa menikmati hasil jerih payah mereka.Tidak hanya kita yang menikmati hasil mereka, namun seyogyanya mereka juga turut mendapat kehidupan yang layak dari hasil usaha mereka..

Kalau kita yakin, pasti kita bisa!
Kita bisa, karena biasa
🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s